Jumat, 19 Oktober 2007

yang terlahir

Yang terlahir

Ketika butiran embun jatuh kebumi
Bening pagi siap melahap siang
Kokok ayam kabarkan berita kehangatan
Kelahiran bayi mungil suci asuhan perjuangan panjang seorang ibu.

Sembilan bulan lamanya , bukti kasih buah cinta buaian rembulan
saat tangis pertama mengiang, senyum bahagia sejukan jagat
syair- syair suci tetua ,mengingatkan akan kebajikan
bisik tepat didaun telinga
“Ingat perjuangan –mu nak jalan berliku,
Curam dan berkelikil sang nasib akan selalu berubah warna”
Sulaman simpul kebahagian hidup akan tiba bila sudah waktunya
di kilaui cahaya yang selalu menemani setiap langkah mu
Saat ini kau merangkak, meraba memulai membuka dunia
dengan kepolosan kedua tatapan matamu
menangis dan menjeritlah yang keras
pelangi kehidupan terhampar luas menunggu goresan warna baru.
Sisi sisi lain perjalanan seorang manusia
disisimu ibu -mu selalu menunggu dan akan menceritakan lagu rindu
penghantar tidur.

dedaunan berjatuhan satu demi satu, tunas harapan datang siap menganti
sebuah isyarat usang, siklus kehidupan tak abadi
berbekal sungai doa para pendahulu
yang jauh mendahului, telah menjadi humus hilang diterpa waktu.
Semilir angin dendangkan irama
“Jauh diatas sana Bapak- mu mentari pagi akan selalu menyinari dengan kehangatan cinta
dan selalu memeluk dengan belaian kasih
dalam pelukannya engkau dapat tidur dengan pulas dan damai selalu memeluk -mu
hingga senja menjemput tiba.”

Tidak ada komentar: